Selasa, 12 Juli 2011

Dasar-dasar menjadi PhotoGraphy

Siapa saja bisa memotret. Dengan tambahan pikiran kreatif dan kerja keras, kita dapat menciptakan gambar hebat yang menunjukkan segenap kreasi dan interpretasi terhadap apa yang dilihat dan jepret. Nah, seni mengabadikan gambar dengan menggunakan kamera di sebut dengan Fotografi.
Fotografi berasal dari bahasa Latin yaitu: photos adalah cahaya, sinar. Sedang graphein berarti tulisan, gambar atau disain bentuk. Jadi, fotografi secara luas adalah menulis atau menggambar dengan menggunakan cahaya. Gambar mati atau lukisan yang didapat melalui proses penyinaran dengan menggunakan cahaya.Karena dalam membuat gambar kita mengguanakan alat kamera maka sudah tentu kita harus benar-benar menguasai alat tersebut juga beberapa teknik dasarnya.
Dalam menggunakan kamera kita mengenal apa yang disebut dengan:
Fokus
Fokus adalah titik api
Rana/Kecepatan
Rana adalah tirai yang bergerak turun naik di dalam kamera yang berfungsi untuk mengatur berapa lama film hendak disinari. Rana memiliki satuan dengan nomor: B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Besar kecilnya satuan rana dapat ditentukan sendiri dengan mengatur besar dan kecilnyanya satuan rana dan besarnya diafragma.
Ada beberapa rana dalam kamera. Diantaranya rana celah dan rana pusat. Rana celah ada dua yaitu: Rana celah vertical dan horizonta. Keduanya terletaDia pada kamera yang bertugas menutup tirai dan mengikuti fungsinya. Rana vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.
Sedang Rana pusat adalah, Rana yang terletak pada lensa letaknya berdampingan dengan diafragma dan menutupnya dengan cara memusat.
Diafragma
Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Diafragma memiliki beberapa ukuran atau angka-angka. Setiap lensa mempunyai perbedaan bukaan diafragma masing-masing. Biasanya, ukuran diafragma dimulai dengan 2,8-4-5,6-8-11-16-22. Besar kecilnya bukaan diafragma yang kita pilih menghasilkan foto yang berbeda. Bukaan diafragma kecil akan menghasilkan ruang yang luas. Sedang bukaan diafragma besar akan membuat ruang tajam sempit (Blur).
Atau mudahnya, diafragma artinya bukaan lensa. Efeknya, makin besar bukaan,maka makin besar kecepatan yang dibutuhkan, speed makin tinggi. Efek lainnya, makin besar bukaan, makin sempit ruang tajamnya, artinya makin besar efek blur untuk daerah diluar ruang tajam yang fokus. Banyak cara dan tujuan penggunaan/pemilihan diafragma, yg antara lain akan jelas mempengaruhi konteks dari foto yg kita buat
Misal untuk memotret landscape, dengan memakai kamera apapun, coba setel ke diafragma paling sempit (angka paling besar) yang mungkin dicapai, lalu diimbangi dengan penyetelan lama waktu bukaan seperlunya (perhatikan light meter).
Tapi khususnya untuk pemotretan malam, kadang kita tidak bisa mencapai bukaan paling sempit karena terbatas waktu bukaan shutter yang tidak bisa terlalu lama, apalagi di kamera prosumer yang biasanya terbatas hanya 13 detik maksimum. Untunglah untuk kamera digital prosumer hal ini tidak masalah, soalnya dengan ukuran sensor yang jauh lebih kecil daripada satu frame film 35mm maka ruang tajam tetap cukup luas, walaupun diafragma disetel ke f/3.5 misalnya. Dan, semuanya tergantung bagaimana foto akan kita buat.
Pencahayaan
Pencahayaan adalah proses menyinari film dengan cahaya yang datang dari luar kamera dengan mengontrol besarnya diafragma dan kecepatan.Dalam pencahayaan, bukaan diafragma menentukan intensitas cahaya yang diteruskan film. Sedangkan kecepatan rana menentukan jangka waktu transmisi sinar.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menentukan kombinasi yang tepat antara bukaan diafragma dengan kecepatan. Salah satunya dengan memilih prioritas diafragma. Maksudnya, pemotret bisa memilih berapa besar bukaan diafragma yang akan digunakan. Setiap bukaan diafragma yang dipilih akan membuat hasil gambar yang berbeda. Bila pemotret memilih menggunakan rana tinggi, maka itu berguna untuk menghentikan aksi. Sedang rana rendah akan membuat aksi kabur.Sedang untuk mengambil gambar di tempat dengan cahaya yang kurang maka untuk mengatasinya yang dilakukan oleh fotografer adalah memakai film dengan kecepatan tinggi. Misalnya Iso 400, 600, 800 atau Iso 1600.
Cara untuk mengukur pencahayaan biasanya ada di setiap kamera. Untuk mengukur cahaya agar sesuai, kita bisa mensiasatinya dengan cara mengukur telapak tangan atau mendekatkan kamera kita sekitar 30 cm dari objek. Maka, kita akan mendapatan pencahayaan yang sesuai.Untuk mendapatkan cahaya yang baik dalam pemotretan biasanya kita akan memilih memotret pada jam 08.00-10.00 dan 16.00-18.00. biasanya dalam waktu ini, cahaya dalam kondisi yang baik, dan tak terlalu keras.
Dalam pencahayaan ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Diantaranya:
Penerangan depan: Sumber cahaya berasal dari depan objek. Cahaya ini akan menghasilkan gambar yang datar.
Penerangan belakang : Sumber cahaya berasal dari belakang objek. Dengan sumber cahaya yang seperti ini maka objek yang kita ambil menjadi shiluette (hitam). Pemotretan dengan sumber cahaya dari belakang dilakukan bila kita ingin membuat sebuah foto shiluete.
Penerangan Samping : Pemotretan dengan memakai sumber cahaya dari samping membuat objek yang kita ambil akan nampak tegas. Biasanya cahaya ini
Lensa
Lensa adalah alat yang terdiri dari beberapa cermin yang berfungsi mengubah benda menjadi bayangan, terbalik dan nyata. Lensa terletak di depan kamera. Ada beberpa jenis lensa. Lensa normal, lensa lebar (wide) dan lensa panjang atau biasa disebut dengan lensa tele.
Lensa normal berukuran fokus sepanjang 50 mm atau 55 mm untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandang lensa ini hampir sama dengan sudut pandang mata manusia. Selain lensa lebar, ada juga lensa tele.
Lensa lebar bisanya mempunyai lebar fokusnya 16-24mm. Lensa ini cocok untuk mengambil gambar pemandangan.
Lensa tele adalah lensa yang memiliki focal length panjang. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek dan dapat menghasikan prespektif wajah yang mendekati aslinya. Lensa ini biasanya berukuran 85mm, 135mm dan 200mm.
Bisanya fotografer menggunakan lensa sesuai dengan kebutuhannya. Bila ingin memotret benda atau objek yang dekat, atau memotret pemandangan, biasanya mereka menggunakan lensa normal atau lensa dengan sudut lebar.
Namun bila fotografer ingin mengabadikan sebuah moment tertentu dengan jarak yang jauh, biasanya mereka menggunakan lensa tele. Dengan demikian, mereka tak perlu repot untuk membidik objek, dan kerja mereka akan semakin mudah.
Selain lensa normal dan lensa tele, ada juga jenis lensa lainnya yang biasa disebut dengan lensa variasi atau lensa special (special lense). Biasanya lensa ini digunakan untuk keperluan tertentu. Contohnya fish eye lens (lensa mata ikan - 180 derajat).
Memotret dengan lensa ini fotografer akan memperoleh hasil yang unik. Namun, lensa ini tidak berfungsi untuk menyaring sesuatu kecuali mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.
Bila fotografer ingin mengambil objek dengan ukuran kecil atau pemotretan berjarak dekat (mendekatkan pemotret ke objek), umumnya lensa yang dipakai adalah lensa makro. Lensa ini biasanya juga dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan distorsi minimal. Misalnya: untuk memotret bunga, serangga, dll.
Selain peralatan, untuk menghasilkan sebuah foto yang baik kita juga harus memperhatikan beberapa hal diantaranya: Komposisi, cahaya, garis, bentuk, tekstur, rupa, warna dan vertical atau horizontal.
Komposisi
Komposisi adalah susunan objek foto secara keseluruhan pada bidang gambar agar objek menjadi pusat perhatian (POI=Point of Interest). Dengan mengatur komposisi foto kita juga dapat dan akan membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek.
Berbicara komposisi maka akan selalu terkait dengan kepekaan dan “rasa” (sense). Untuk itu sangat diperlukan upaya untuk melatih kepekaan kita agar dapat memotret dengan komposisi yang baik.
Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menghasilkan komposisi yang baik.Diantaranya:
Sepertiga Bagian (Rule of Thirds)
Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang Umum lakukan, di mana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto.
Sudut Pemotretan (Angle of View)
Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu, jika kita ingin mendapatkan satu moment dan mendapatkan hasil yang terbaik, kita jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, samping sampai kepada sudut yang ekstrim.
Komposisi pola garis Diagonal, Horizontal, Vertikal, Curve.
Di dalam pemotretan Nature, pola garis juga menjadi salah satu unsur yang dapat memperkuat objek foto. Pola garis ini dibangun dari perpaduan elemen-elemen lain yang ada didalam suatu foto. Misalnya pohon,ranting, daun, garis cakrawala, gunung, jalan, garis atap rumah dan lain-lain..
Elemen-elemen yang membentuk pola garis ini sebaiknya diletakkan di sepertiga bagian bidang foto. Pola Garis ini dapat membuat komposisi foto menjadi lebih seimbang dinamis dan tidak kaku.
Background (BG) dan Foreground (FG)
Latar belakang dan latar depan adalah benda-benda yang berada di belakang atau di depan objek inti dari suatu foto. Idealnya, BG dan FG ini merupakan pendukung untuk memperkuat kesan dan fokus perhatian mata kepada objek.
Selain itu juga “mood” suatu foto juga ditentukan dari unsur-unsur yang ada pada BG atau FG. BG dan FG, seharusnya tidak lebih dominan (terlalu mencolok) daripada objek intinya. Salah satu caranya adalah dengan mengaburkan (Blur) BG dan FG melalui pengaturan diafragma.
Beberapa teknik sudut pengambilan sebuah foto, yaitu:
Pandangan sebatas mata (eye level viewing);
paling umum, pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri, hasilnya wajar/biasa, tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol kecuali efek-efek yang timbul oleh penggunaan lensa tertentu, seperti menggunakan lensa sudut lebar, mata ikan, tele, dan sebagainya karena umumnya kamera berada sejajar dengan subjek.
Pandangan burung (bird eye viewing);
bidikan dari atas, efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek dan kecil. Kesannya seperti “kecil�/hina terhadap subjek. Manfaatnya seperti untuk menyajikan suatu lokasi atau landscap.
Low angle camera;
pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang timbul adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan kualitas gambar, bagi yang kreatif hal ini dimanfaatkan untuk menimbulkan efek khusus. Kesan efek ini adalah menimbulkan sosok pribadi yang besar, tinggi, kokoh dan berwibawa, juga angkuh. Orang pendek akan terlihat sedikit “normal�. Menggambarkan bagaimana anak-anak memandang “dunia� orang dewasa. Termasuk juga dalam jenis ini pemotretan panggung, orang sedang berpidato di atas mimbar yang tinggi.
Frog eye viewing,
pandangan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas, tetapi mendatar dan dilakukan sambil tiarap. Angle ini digunakan pada foto peperangan, fauna dan flora.
Waist level viewing,
pemotretan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan arah mata (tanpa harus mengintip dari jendela pengamat). Sudut pengambilan seperti ini sering digunakan untuk foto-foto candid (diam-diam, tidak diketahui subjek foto), tapi pengambilan foto seperti ini adalah spekulatif.
High handheld position;
pemotretan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan dan tanpa membidik. Ada juga unsur spekulatifnya, tapi ada kiatnya yaitu dengan menggunakan lensa sudut lebar (16 mm sampai 35 mm) dengan memposisikan gelang fokus pada tak terhingga (mentok) dan kemudian memutarnya balik sedikit saja. Pemotretan seperti sering dilakukan untuk memotret tempat keramaian untuk menembus kerumunan.
Film
Film adalah media untuk merekam gambar yang terdiri dari lempengan tipis dengan emulsi yang peka cahaya. Karena peka cahayalah yang membuat film harus disimpan dalam kotak atau tabung yang tak terkena cahaya. Film mempunyai ukuran 35mm dan 120mm atau disebut medium format.
Ada beberapa jenis film. Diantaranya:
NEGATIF FILM:
Film negatif atau klise, adalah sebutan untuk citra yang terbentuk pada film sesudah dipotretkan dan sesudah dikembangkan, di mana bagian yang terlihat gelap pada gambar, pada objek terlihat terang. Warna yang timbul berlawanan karena bagian terang dari objek memantulkan banyak cahaya ke film dan menghasilkan area gelap
X-RAY FILM:
Film sinar-x. Film ini dibuat kontras dan dibungkus dengan kertas timah. Karena sinar x dapat menembus benda-benda padat seprti kulit, tekstil, dan lain-lain, maka dalam pemotretan akan tampak bayangan-bayangan yang mengganggu. Film ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran dan pengobatan.
POLAROID FILM:
Polaroid film adalah film yang digunakan untuk menghasilkan foto dalam waktu singkat tetapi tidak mempunyai negatif. Dahulu banyak fotografer professional yang menggunakan kamera ini namun semakin hari kamera dan film jenis ini sudah ditinggalkan. Hanya sebagian fotografer yang masih memakainya. Film Polaroid ditemukan oleh dr Land.
ORTHOCHROMATIC FILM:
Film yang sensitif terhadap warna biru dan hijau tapi tidak pada merah.
MEDIUM FILM:
Film dengan kecepatan sedang (ISO 100, 200). Kelompok film yang paling popular dan banyak diminati pemotret. Ideal untuk pemotretan dalam cuaca yang terang/cerah.
Iso
Iso adalah standard untuk kategori film yang digunakan yang mengindikasikan besar kepekaan film terhadap cahaya. Semakin kecil angka iso, semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya. Kepekaan cahaya ini sangat menjadi prioritas dalam pemotretan. Biasanya bila kita ingin memotret pada suasana cahaya yang terang maka, kita dianjurkan memakai film dengan Iso 100 atau film dengan kecepatan rendah.
Ukuran Iso pada film ada berbagai jenis ukuran: 25-50-100-200-400-600-800 dan 1600.
Filter
Penyaring dalam bentuk kaca yang tembus cahaya yang mempunyai ketebalan rata . Filter biasanya dipasang di ujung depan lensa. Ada beberapa jenis filter, diantaranya:
POL COLOR FILTER:
Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
POL COLOR FILTER:
Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
POL CONVERSION FILTER:
Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85 . Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.
POL FIDER FILTER:
Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.
POLARIZING CIRCULAR FILTER:
Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.
POLARIZING FILTER:
Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.
ND FILTER:
Filter ND. Filter ini berfungsi untuk menurunkan kekuatan sinar 2 kali sampai 8 kali. Filter ini bernada abu-abu muda atau sedang dan tidak mengubah warna gambar.
NEBULA FILTER:
Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.
tehnik Memotret Bayi
Banyak hal yang terjadi pada pemotretan anak-anak khususnya bayi, di mana pose-pose atau ekspresinya terkadang muncul begitu saja tanpa disengaja, bagus adanya dan mungkin tidak terulang untuk kedua kalinya.
Untuk sekadar membuat foto bayi yang menampilkan secara bebas dan wajar sesuai dengan perkembangan kepandaian bayi adalah hal yang mudah. Karena pemotret hanya membutuhkan waktu atau kesabaran saja untuk menemukan pose-pose atau ekspresi yang baik dengan mengajaknya berinteraksi. Jika bayi telah mampu berinteraksi dengan lingkungan maka ia akan menampilkan pose-pose atau gerakan-gerakan yang menarik, kalau hal itu sesuai dengan yang diinginkan, maka pemotret tinggal membidikkan kamera yang telah disiapkan sebelumnya - terutama mengenai pencahayaan. Dan kemudian juga menjadi hal yang biasa jika ditaruh di bingkai foto maupun figura foto.
Jika bayi belum juga menampilkan gerakan-gerakan atau ekspresi yang baik dan menarik sesuai yang diharapkan - hal tersebut mungkin disebabkan karena bayi belum mengetahui akan suatu instruksi untuk melakukan suatu gerakan yang diinginkan pemotret. Pada keadaan yang demikian, maka pemotret dan orangtua harus segera bekerja sama merangsang perhatian, agar anak mau melakukan sesuatu yang menarik dalam bentuk pose tertentu, apakah itu tersenyum, tertawa, tengkurap atau merangkak. Mungkin kita sering ke toko yang menyediakan hadiah bayi (baby gift) termasuk koleksi baby figura, biasanya di sana dipajang foto-foto bayi dengan gaya yang menarik. Kita bisa menjadikan itu sebagai contoh.
Sebagai alat bantu untuk memudahkan bayi berinteraksi dan berekspresi, carilah mainan yang mudah menimbulkan daya tarik si bayi, sehingga ia mau berinteraksi dengan suasana. Gunakan alat bantu seperti mainan yang lucu dengan warna-warna mencolok atau yang menimbulkan bunyi-bunyian. Kita bisa memperolehnya di toko yang menyediakan hadiah bayi atau baby gift tadi seperti mainan, dsb.
Dengan pancingan maka bayi aktif khususnya akan bergerak-gerak berekspresi. Pada saat-saat seperti itulah biasanya muncul sesuatu yang menarik secara tak terduga. Kalau pemotret telah mahir mengatur fokus atau menentukan pilihan pencahayaan yang tepat serta dapat menekan tombol pelepas rana pada saat yang tepat pula, maka dapat dipastikan akan menghasilkan foto bayi yang baik. Sehingga sangat cocok menghiasa bingkai foto atau figura foto.

Profil .::abdulfoto::.

:>Th. '98 merakit Transmiter (TX) jalur 3 Meter ( pemancar radio FM ) untuk keperluan BroadCast ( Siaran Radio ). dengan jangkauan radius 5-10 Km tapi ngga Ijin Loh...!!!
masuk anggot PPEK ( Paguyuban Pecinta Elektro Komunikasi) kawasan brebes barat. berakhir sampai dengan th '03.

:>Th. '99 berinteraksi dg. Komputer cara bikin folder nulis FONT BESAR, Save, n Open file, sampai Printing. Mencoba mengenal Perangkat Hardware sampai tingkat PERAKITAN.

:>Th. '00 awal kali saya mempelajari pesawat televisi dari pemahaman dasar sampai tingkat REPARASI.
Juga belajar Installation Listrik Arus BESAR. Fasa tunggal sampai 2 Fasa lebih.

:>Th. '01 Lulusan SMK YPT Kodya Tegal.
diikuti dirumah berwiraswsta Servis Tv, Radio, Tape.
sampai dg. th. '08
Merakit audio Amplifier untuk keperluan SoundSystem untuk acara2 hajatan. sekaligus sebagai Maintenance x.

:>Th. '04 sampai '06 jual mainan anak-anak ( Gulali ) {manisan yang berwana merah mirip rambut nenek} ada tamagoci, kelereng,gigi2an, balon tiup, halma, monopoly, boneka barbie, tamiya, yamie, susuku, etc.
Omset Rp.80.000 s/d 150.000 /hari di kawasan kemayoran jl. Haji ung dengan daerah operasional senin tanah tinggi. pasar minggu, mangga dua, sunter, blanja di psr. prumpung jatinegara. pakai KRL Bos. Kereta Listrik.

:>Th. '06 dengan motto ngawulo lan bisnis. bekerja di "Rumah Makan Saerah" di Setu Bekasi selama 5 bulan.
rumah makan yang menyediakan Pepes Tahu, telur ikan, belut, teri, dengan nuansa sunda menu makanan ala Restoran bumbu ala padang dan pelayanan ala warteg yang ramah lan ndesoni.

:>Th. '06 baru pertama kali saya bekerja. Salah satu jasa Percetakan foto di MATAHARI FOTO kawasan ROXY mas. namun karena ga boleh Sholat atau memang ga ada waktu buat Sholat aku bertahan hanya 4 hari.
Disitulah pertama kali saya memahami program Photoshop CS. Versi 8.0 Sekarang mah saya pakai Versi 11.0.1 atau CS4.

:>Th. '08 bulan februari saya menawarkan diri bekerja di Salah satu jasa cetak foto juga di Immanuel Photo Jl. Diponegoro No.22 Brebes, jateng. tanpa adanya formalitas lamaran, hanya pada saat itu ada file di MMc tipe CF yang kedelete dengan mulus saya Recorvery. sang empunya bertanya "kapan kamu bisa muali bekerja?" saya jawab "Besok."
disitu keahlian saya lebih dikembangkan lagi. dari segi bidang editing grafis PhotoShop. Reparasi Komputer. yang akhirnya merangkap sebagai Administrator Network. Penanggulangan Virus, Penanganan CPU. Reset printer yang Blanking sampai naik atap sekedar masang kabel UTP.
Royalitas dan kemampuan saya bekerja jelas bos bisa andalkan dan tak diragukan lagi. Tapi lagi-lagi soal kebutuhan. Antara ego mencintai pekerjaan atau tuntutan kebutuhan sehari-hari disini lebih besar pasak daripada tiang.

:>Th. '08 bulan November aku keluar. dari pekerjaan dan mulai buka usaha

:>Senin, tanggal 28 September 2009 awal didirikanya studio .::abdulfoto::.

untuk lebih genah silahkan klik disini

Sabtu, 12 Maret 2011

APA ITU QRIS

Mengenal QRIS. Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS Manfaat Qris Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. Keuntungan Qris
  • Menghindari kontak langsung (mencegah penyebaran covid)
  • Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun.
  • Meningkatkan branding.
  • Kekinian.
  • Lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS.
  • Mengurangi biaya pengelolaan kas.
  • Terhindar dari uang palsu.
  • Tidak perlu menyediakan uang kembalian.
  • Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.
  • Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.
  • Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.
  • Membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit kedepan.

Jumat, 11 Maret 2011

Foto Perspektif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif


Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Foto Perspektif yang Kreatif

Kode BANK INDONESIA

Mengenal Kode Bank yang ada di seluruh Indonesia Terlengkap Saat ini hampir seluruh masyarakat membutuhkan rekening bank untuk kebutuhan pengiriman sejumlah uang, maupun untuk transaksi jual beli online. Intinya, di era digital seperti sekarang ini, banyak orang memilih hal-hal yang serba praktis dan cepat. Tren Belanja Online Semakin Menjamur bak musim hujan. Mengapa kebanyakan orang memilih membeli barang secara online? Hal itu karena membeli barang di internet seperti di sebuah website marketplace tokopedia maupun bukalapak atau media sosial lainya sangatlah mudah. Kamu tinggal memilih barang yang kamu suka dari daftar foto atau gambar produk yang ditampilkan pada situs belanja online, kemudian kamu dapat menghubungi kontak yang tertera untuk pemesanan. Lalu jika sudah fix dengan apa yang dipesan, kamu bisa langsung mentransfer uang ke rekening penjual atau seller, baru setelah itu barang dikirim melalui kurir. Semudah itulah berbelanja saat ini. Hal tersebut berlaku juga bagi penjual online. Penjual yang memilih memasarkan produknya secara online, lebih mudah pula mendapatkan pelanggan karena jaringan yang lebih luas dan tentu saja mudah dalam hal transaksi uang. Memiliki Lebih dari Satu Rekening Maka baik pembeli maupun penjual tidak bisa dipungkiri membutuhkan rekening bank untuk transfer, setor, bahkan tarik tunai. Di Indonesia, ada banyak bank menyediakan rekening bagi orang yang ingin menggunakannya, sebut saja beberapa bank yang sering kali digunakan oleh orang Indonesia, antara lain BRI, Bank Mandiri, BCA, dan BNI. Namun selain bank-bank yang telah disebutkan tadi, masih banyak lagi bank-bank yang ada di Indonesia ini. Maka dari itu, masing-masing bank mempunyai kode bank untuk mempermudah masyarakat melakukan transaksi transfer antar bank hanya dengan melalui mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), atau mesin EDC di agen BRILink. SMS Banking, Mobile Banking, ataupun Internet Banking. Kode bank nantinya digunakan untuk mengidentifikasi transaksi yang dilakukan pada masing-masing bank. Lalu bagaimana caranya menggunakan kode bank tersebut? Kamu hanya perlu mengetikkan kode bank yang ingin kamu tuju atau ingin kamu transfer sebelum kamu mengetikkan nomor rekening banknya. Setelah itu, kamu hanya perlu mengetikkan jumlah uang yang ingin kamu transfer lalu uangmu akan langsung terkirim saat itu juga. Mudah bukan? Daftar Kode Transfer Bank di Indonesia Kode transfer antar bank, biasanya berupa tiga digit angka. Tiap bank memiliki kode bank yang berbeda-beda. Maka sebaiknya, sebelum kamu melakukan transaksi ke rekening bank lain, kamu terlebih dahulu harus mengetahui kode bank tersebut. Jika kamu salah memasukkan kode bank tersebut, maka transaksi yang kamu lakukan tidak akan berjalan lancar. Memang di mesin ATM maupun di Internet Banking sudah tersedia kode bank. Namun jika kamu harus memilih kode bank dari sekian banyak bank yang terdapat dalam menu atm tersebut, maka akan memakan waktu banyak dan tak lagi efisien. Berikut update kode bank per Oktober 2022 yang bisa kamu masukkan sesuai rekening tujuan untuk melakukan transaksi: Bank Negara, Daerah, Swasta, Syariah, dan Lainnya
No Nama BANK KODE
01 BRI 002
02 BNI 009
03 mandiri 008
04 BTN Bank Tabungan Negara 200
05 BSI Bank Syariah Indonesia 451
06 BCA Bank Central Asia 014
07 Bank CIMB NIAGA 022
08 Bank MUAMALAT 147
09 Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) 213
10 JENIUS 213
11 Permata Bank 013
12 Bank Danamon 011
13 Bank BII Maybank 016
14 Bank Mega 426
15 Bank Sinarmas 153
16 Bank Commonwealth 950
17 Bank OCBC NISP 028
18 Bank Bukopin 441
19 Citibank 031
20 Bank Ekspor Indonesia 003
21 Bank Panin 019
22 Bank Arta Niaga Kencana 020
23 Bank Jabar dan Banten (BJB) 110
24 Bank DKI 111
25 BPD DIY 112
26 Bank Jateng 113
27 Bank Jatim 114
28 BPD Jambi 115
29 BPD Aceh, BPD Aceh Syariah 116
30 Bank Sumut 117
31 Bank Nagari 118
32 Bank Riau 119
33 Bank Sumsel Babel 120
34 Bank Lampung 121
35 Bank Kalsel (Kalimantan Selatan) 122
36 Bank Kalbar (Kalimantan Barat) 123
37 Bank Kaltimtara (Kalimantan Timur dan Utara) 124
38 Bank Kalteng (Kalimantan Tengah) 125
39 Bank Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat)/td> 126
40 Bank SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) 127
41 Bank NTB, NTB Syariah/td> 128
42 BPD Bali 129
43 Bank NTT 130
44 Bank Maluku Malut/td> 131
45 Bank Papua 132
46 Bank Bengkulu 133
47 Bank Sulteng (Sulawesi Tengah) 134
48 Bank Sultra/td> 135
49 Bank UOB Indonesia 023
50 030
51 Bank WPPRI INDONESIA 212
Nah itulah kode-kode transfer antar bank yang ada di Indonesia. Apabila kamu ingin mencari kode bank mana yang akan ditransfer, kamu dapat dengan mudah menemukan kode bank tersebut dari tabel di atas. Setelah itu kamu hanya perlu mengetikkan tiga digit angka kode bank. Semoga daftar kode bank yang telah disebutkan di atas bermanfaat bagi kamu ketika melakukan transaksi dengan orang yang memiliki nomor rekening bank yang berbeda dari rekening bankmu.

Cara Pembayaran (BRIVA)

Cara Pembayaran (BRIVA) Biaya Pendaftaran atau Daftar Ulang

ATM BRI

  1. Pilih “Transaksi Lain”
  2. Pilih “Menu Lainnya”
  3. Pilih “Pembayaran”
  4. Pilih “Menu Lainnya”
  5. Pilih “Briva”
  6. Masukkan Nomor BRI Virtual Account (Contoh: 26215xxxxxxxxxxxx), lalu tekan “Benar”
  7. Konfirmasi pembayaran, tekan “Ya” bila sesuai

BRImo Mobile Banking

  1. Log in ke Mobile Banking
  2. Pilih “Pembayaran”
  3. Pilih “BRIVA”
  4. Masukkan nomor BRI Virtual Account dan jumlah pembayaran
  5. Masukkan nomor PIN anda
  6. Tekan “OK” untuk melanjutkan transaksi
  7. Transaksi berhasil
  8. SMS konfirmasi akan masuk ke nomor telepon anda

Internet Banking BRI

  1. Masukan “User ID” dan “Password”
  2. Pilih “Pembayaran”
  3. Pilih “BRIVA”
  4. Pilih rekening Pembayar
  5. Masukkan “Nomor Virtual Account BRI” Anda (Contoh: 26215-xxxxxxxxxxxx)
  6. Masukkan nominal yang akan dibayar
  7. Masukkan “Password” dan “Mtoken” anda
Teller / Agen BRILink Untuk melakukan pembayaran BRIVA melalui teller BRI /Agen BRILink, kamu hanya perlu mengambil nomor antrian untuk transaksi di Teller yang tersedia. Sebelum itu, jangan lupa mengisi slip dan jumlah setoran agar bisa langsung diserahkan kepada teller. Validasi transaksi akan segera dilakukan oleh Teller BRI dan kamu tinggal menyimpan slip setoran hasil validasi sebagai bukti pembayaran yang telah dilakukan. Lebih mudahnya, perhatikan panduan membayar tagihan BRIVA melalui Teller BRI berikut ini:
  • Ambil nomor antrian transaksi Teller dan isi slip setoran.
  • Serahkan slip dan jumlah setoran kepada Teller BRI.
  • Teller BRI akan melakukan validasi transaksi.
  • Simpan slip setoran hasil validasi sebagai bukti pembayaran.

Pembayaran BRIVA dengan ATM Bank Lain


Tidak punya ATM BRI? Jangan khawatir. Pembayaran BRIVA juga dapat dilakukan melalui ATM bank lain. kamu tinggal masuk ke dalam menu “Transaksi Lainnya” dan memilih “Transfer ke Rek Bank Lain”. Jangan lupa masukkan kode Tujuan Bank BRI (002) dan jumlah pembayaran sesuai dengan tagihan. Setelah itu, masukkan kode BRIVA, maka sistem akan segera memverifikasi data yang telah dimasukkan dari rekening pembayaran kamu. Simak langkah pembayaran BRIVA dengan ATM Bank Lain berikut ini:
  • Setelah memasukkan kartu ATM dan nomor PIN, pilih menu Transaksi Lainnya.
  • Pilih menu Transfer.
  • Pilih menu Ke Rek Bank Lain.
  • Masukkan Kode Bank Tujuan: BRI (Kode Bank: 002). Lalu klik Benar.
  • Masukkan jumlah pembayaran sesuai tagihan. Klik Benar.
  • Masukkan kode BRIVA. Klik Benar.
  • Pilih dari rekening apa pembayaran akan didebit.
  • Sistem akan memverifikasi data yang dimasukkan. Pilih Benar untuk memproses pembayaran.

Pembayaran BRIVA melalui Teller Bank Lain


Metode pembayaran terakhir adalah melalui teller bank lain. Isi lah slip pemindahbukuan atau transfer yang telah disediakan oleh teller. Jangan lupa masukkan BRI sebagai bank tujuan. Seperti metode-metode sebelumnya, masukkan juga nomor rekening tujuan dengan kode BRIVA. Lanjutkan dengan memasukkan jumlah pembayaran dan teller akan memberikan copy slip sebagai bukti pembayaran. Agar lebih jelas, perhatikan cara pembayaran BRIVA melalui teller bank lain berikut ini:
  • Lakukan pembayaran melalui Teller Bank dengan mengisi slip pemindah bukuan (Transfer).
  • Masukkan nama bank tujuan BRI.
  • Masukkan nomor rekening tujuan dengan Kode Pembayaran BRIVA.
  • Masukkan jumlah pembayaran.
  • Kamu akan mendapatkan copy slip sebagai bukti pembayaran.

Berikut seluruh kode BRIVA

Popular Posts

Popular Posts